PENGELOLAAN ZAKAT DAN PRAKTIK ZAKAT ENTITAS PADA BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2017

  • Akmalia Qurrota A’yun Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah Politeknik Negeri Banjarmasin
Keywords: Zakat, Bank Syariah, Penerimaan, Pendistribusian, penyajian

Abstract

Zakat merupakan kewajiban bagi umat islam yang mampu, zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai syariat islam. Menurut data dari BAZNAS, pertumbuhan pengumpulan dana ZIS setiap tahunnya meningkat, namun, lebih dari 50% jumlah pengumpulan zakat berumber dari zakat maal-penghasilan individu. Pengumpulan dana zakat tentunya akan lebih besar jika perusahaan juga ikut berpartisipasi dalam penunaian zakat. Pengelolaan zakat yang baik dan benar penting untuk dilakukan, agar zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik sesuai kententuan syariah.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan pelaporan dana zakat pada Bank Umum Syariah di Indonesia dengan menggunakan data dari annual report Bank Umum Syariah tahun 2017. Selain itu, penelitian ini juga menginformasikan mengenai praktik zakat entitas pada BUS di Indonesia pada tahun 2017.

Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam mengelola penerimaan zakat, Bank Umum Syariah mengelola sendiri atau bekerjasama dengan lembaga zakat yang dibentuk oleh bank. Sedangkan dalam penyaluran zakat, Bank Umum Syariah bermitra dengan BAZNAS/LAZNAS. Pada tahun 2017 terdapat 11 Bank Umum Syariah yang menyajikan LSPDZ

Pada tahun 2017 terdapat 5 Bank Umum Syariah yang membayarkan zakat entitas, yaitu: PT Bank Muamalat Indonesia, PT Bank BRISyariah, PT Bank BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Mega Syariah. Jumlah zakat untuk 5 BUS tersebut sebesar 31 milyar rupiah dari total seluruh penerimaan zakat yang dikumpulkan Bank Umum Syariah tahun 2017 sebesar 76 milyar rupiah.

Published
2018-12-25