STRATEGI PENGEMBANGAN DIGITAL ENTREPRENEUR DI KOTA BANJARMASIN DALAM MENGHADAPI ERA ASEAN-CHINA FREE TRADE AGREEMENT

  • Alfina Ari Nanda Politeknik Negeri Banjarmasin
  • Lea Emilia Farida Politeknik Negeri Banjarmasin
Keywords: strategi, ACFTA, wirausaha, digital

Abstract

Persaingan di era ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) sangat berat dan juga merupakan ancaman bagi para entrepreneur di Indonesia khususnya daerah kota Banjarmasin. Dimana pada era tersebut menuntut para entrepreneur agar mampu bersaing dengan entrepreneur dari daerah luar hingga yang ada diluar negeri seperti China dan Negara ASEAN lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan strategi yang sudah dilakukan para wirausahawan go digital yang sudah dahulu sukses di kota-kota besar maupun luar negeri agar dapat ditiru oleh entrepreneur Banjarmasin supaya dapat bersaing di era ACFTA, dan untuk mengetahui bagaimana cara pemasaran suatu produk dengan menggunakan teknologi digital dengan tepat dan benar.

Perkembangan digital sangat berdampak positif bagi para entrepreneur apabila bisa mengelola dengan baik, sehingga mampu bersaing dengan wirausaha asing. Di negeri yang berkembang ini, banyak entrepreneur yang bermunculan namun diantara mereka masih banyak yang minim pengetahuan tentang digital. Padahal di era yang serba canggih, digitalisasi sangatlah membantu dalam pemasaran produk.

Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi penggunaan digital akan mempermudah entrepreneur untuk memasarkan produk. Pemasaran secara digital dapat meningkatkan daya saing entrepreneur Banjarmasin. Bukan hanya itu, dalam berbisnis, potensi diri entrepreneur harus dikembangkan agar mampu mengelola usaha secara maksimal. Dalam hal ini, entrepreneur harus melakukan strategi-strategi agar dapat bersaing, salah satunya dengan menggunakan digital marketing untuk menciptakan inovasi yang baru.

Published
2018-12-25