SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS RENOVASI GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI MENGGUNAKAN METODE TOPSIS (STUDI KASUS : DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA)

  • Karyo Budi Utomo Politeknik Negeri Samarinda
  • Arbain P Politeknik Negeri Samarinda
Keywords: SPK, TOPSIS, Renovasi Gedung

Abstract

Saat ini 6,36 % dari 440 sekolah dasar negeri di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat kerusakan pada sebagian atau keseluruhan bagian gedung. kerusakan tersebut meliputi ruang kelas, perpustakaan, ruang UKS, WC/Toilet guru dan WC/Toilet siswa. keterbatasan keuangan daerah menghalangi upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan renovasi gedung secara menyeluruh dan bersamaan dalam tahun yang sama, untuk itu perlu ditentukan skala prioritas sekolah yang harus di bangun. Untuk membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menentukan prioritas renovasi gedung dapat dilakukan dengan system pendukung keputusan melalui perangkingan dengan menggunakan metode TOPSIS. Dimana metode ini akan merangking setiap alternative berdasarkan nilai kriteria. setelah dilakukan perhitungan terhadap 28 alternatif sekolah dengan 8 kriteria di peroleh kesimpulan, SDN 017 Muara Badak (A9) menempati urutan pertama perankingan dengan nilai preferensi 0,8038, urutan kedua SDN 035 Tenggarong (A23) dengan nilai preferensi 0,7602, urutan ketiga adalah SDN 022 Samboja (A5) dengan nilai preferensi 0,7337. dan urutan terakhir adalah SDN 010 Muara Kaman (A14) dengan nilai preferensi 0,1506.

Published
2018-12-25