Analisis Koefisien Bunyi Papan Partikel Berbahan Baku Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit

  • Jarot Wijayanto
  • Sigit Mujiarto
  • Akmal Barry
Keywords: crude palm oil, papan partikel, absorpsi, akustik

Abstract

Pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit (crude palm oil /CPO) menghasilkan berbagai macam limbah padat seperti tempurung kelapa, serabut kelapa dan tandan kosong kelapa sawit (TKSS). Limbah tandan kosong kelapa sawit hasil engolahan CPO dihasilkan sekitar 22-23% dari 1 ton TBS. Pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit dipakai sebagai papan partikel untuk mengabsorpsi suara. Penelitian ini mempelajari proses pembuatan papan partikel. Bahan utama dari penelitian ini adalah limbah tandan kosong kelapa sawit yang ketersediaannya cukup banyak khususnya di propinsi Kalimantan Selatan dengan variasi perekat 10 %, 20 %, dan 30 %. Papan partikel tersebut diuji suara dengan pengujian akustik dilaksanakan pada frekuensi 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, 8000 Hz, 8500 Hz, 9000 Hz, dan 10000 Hz. Hasil penelitian didapatkan variasi kadar perekat yang menghasilkan papan partikel terbaik adalah kadar perekat 10%. Kerapatan yang dihasilkan antara 0,172 – 0,216 gr/cm³. Kerapatan papan yang dihasilkan termasuk papan berkerapatan rendah, yaitu dibawah 0,4 g/cm³. Koefisien absorpsi papan partikel terbaik terlihat dari variasi campuran 10% perekat : 90% serat berkerapatan 0,172 gr/cm³ dengan koefisien absorpsi sebesar 0,93 pada frekuensi 9000 Hz.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amelia, S. (2009). Pengaruh Perendaman Panas dan Dingin Sabut Kelapa Terhadap Kualitas Papan Partikel yang Dihasilkan [Thesis]. Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan. Bogor, Institut Pertanian Bogor.
Amrullah, Apip. (2009). Analisis Koefisien Absorbsi Bunyi Pada Beton Ringan Berbahan Baku Batu Apung Dari Lombok [Thesis]. Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Doelle, L.L., Lea Prasetyo, 2006, .Akustik Lingkungan.. Erlangga, Jakarta.
Fajriani, E. (2011). Keawetan Papan Partikel Berkerapatan Sedang dari Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.), Sungkai (Peronema canescens Jack.) dan Mangium (Acacia mangium Willd.) Terhadap Serangan Rayap Tanah Coptotermes curvignathus Holmgren.
Isroful, Fatoni. (2009). Pengolahan Sabut Kelapa Menjadi Papan Partikel Dengan Batang Pisang Sebagai pelapisnya Pada Interior bangunan.
Khuriati, A. (2006). Desain Peredam Suara Berbahan Dasar Sabut Kelapa dan Pengukuran Koefisien Penyerapan Bunyinya. Jurnal Berkala Fisika, Vol.9, No.1, Januari 2006, hal 15-25.
Lucky, I. K. (2011). Karakteristik Papan Akustik Partikel Bambu Betung (Dendrocalamus asper Backer) Berperekat Isocyanate [Skripsi]. Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan,. Bogor, Institut Pertanian Bogor.
Maulita, N. (2010). Pengaruh Orientasi Serat Sabut Kelapa Dengan Resin Polyester Terhadap Karakteristik Papan Lembara [Thesis]. Departemen Fisika FMIPA Universitas Sumatera Utara.
Nurul, A, dkk. (2009). Papan Partikel dari Pelepah Kelapa Sawit. Jurnal Permukiman volume 4.
Putriani, V. (2005). Kualitas Papan Partikel Core Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) Pada Berbagai Kadar Parafin dalam Bentuk Emulsi [Skripsi]. Departemen Hasil Hutan. Bogor, Institut Pertanian Bogor.
Setyanto, R. Hari, Priyadithama, Ilham, Maharani Natalia. (2011). Pengaruh Faktor Jenis Kertas, Kerapatan dan Persentase Perekat Terhadap Kekuatan Bending.
Published
2018-12-25